SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI AGAMA DAN METODE PENELITIAN

Assalamualaikum.......!

Hai Readers.......
Kali ini admin membuat artikel tentang "SEJARAH DAN METODE PENELITIAN PAIKOLOGI AGAMA", teman-teman pasti belum tahu pasti kan bagaimana sejarah perkembangan psikologi agama dan metode penelitian yang ada di dalamnya?  Nah,,,Admin Udah siapin ni pembahasan yang sama,supaya kita semua dapat menambah ilmu pengetahuan kita lebih dalam tentang Psikologi Agama ini....
Selamat Membaca ya.....

A.  SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI AGAMA
      Secara pasti belum ada keterangan kapan dimulainya kajian psikologi agama secara ilmiah.Namun para ilmuwan bahwa kajian hubungan agama dengan kejiwaaan telah terdapat pembahasan dalam berbagai kitab suci agama-agama.Untuk menetapkan secara pasti kapan psikologi agama itu mulai dipelajari memang agak sulit .Baik dalam kitab suci maupun sejaran agama-agama tidak dijumpai penjelasan mengenai hal itu.Tetapi penjelasan mengenai hubungan antara kejiwaan dengan agama banyak diungkapkan oleh berbagai kitab suci.Seperti seorang yang beriman kepada ALLAH SWT,berbuat baik dan banyak beribadah akan menjadikan jiwanya tenang dan tentram dan akan bahagia dunia dan akhirat.Begitu juga sebaliknya,orang yang berbuat yang tidak beriman dan berbua kemaksiatan ia aka gundah dan jiwa seakan sesak dan tidak tenang.
Begitu juga sejarah agama-agama telah mengugkap tentang berbagai tokoh agama yang mengalami proses kehidupa yang erat kaitannya dengan arah perubahan keyakianan agama yang dalam psikologi agama dkenal dengan proses konversi.Konversi agama seperti yang dialami oleh umar bin khatab,salman al-farisy,Khalid bin walid,martin Luther dan sidharta gautama,misalnya dapat dijadikan contoh bahwa kajian psikologi agama secara tidak langsung telah dikaji dalam sejarah agama dan kitab suci.
Dan yang mula-mula berani mengemukakan hasil penelitiannya secara ilmiah tentang agama ialah Frazer dan Taylor. Kedua tokoh ini membentangkan berbagai macam agama primitif dan menemukan persamaan yang sangat jelas antara berbagai bentuk ibadah pada agama Kristen dan ibadah agama-agama primitif. Selanjutnya, pendekatan ilmiah terhadap psikologi agama baru dimulai pada tahun 1881, ketika G. Stanley Hall sebagai salah seorang ahli psikologi pada masa itu mempelajari peristiwa konversi agama dan remaja
Dalam literature barat diungkapkan bahwa penelitian secara ilmiah tentang agama dimulai dari kajian para anthropolog.Hasil penelitian Frazer dan taylor mengenai agama-agama primitif dicatat sebagai gerakan awal dari kajian tersebut.Selanjutnya sejumlah penelitian juga dilakukan oleh para sosiolog,dan juga ahli psikologi seperti stanley Hall.Atau Edwin Diller Starbuck yang dipandang sebagai peletak dasar bagi penelitian modern di lapangan psikologi agama.Bukunya yang membahas mengenai pertumbuhan perasaan agama yang berjudul The Psychology Of Religion,An Empirical Study Of Growth Of Religions,Counsciousness.Buku yang diterbitkan pada tahun 1899ntersebut dianggap sebagai buku pertama mengenai psikologi agama oleh kalangan psikologi agama barat.
Sebenarnya  sejumlah buku yang hampir senada dalam khazanah islam juga telah dihasilkan oleh penulis-penulis timur(islam).Dalam waktu yang kurun awal Ibn Tufail(1110-1185 M) dan juga Al-Ghazali (10591111)telah menghasilkan tulisan yang membahas masalah yang hampir serupa.Seperti hay ibn yadzan karya Ibn Tufail menjelaskan mengenai proses pertumbuhan dan perasaan agama dari seseorang anak yang dilahirkan dipulau terpencil,buku ini juga telah menjadi inspirator dalam penulisan buku Robinson Crusoe tulisan Daniel Defeo(1719).Demikian pula tulisan Al-Ghazali dalam bukunya At-Munqiz min Al-Dzalal(penyelamat dari kesesatan).tetapi sayangnya kajian non-Barat belum mendapat perhatian yang seksama sehingga perkembangan psikologi agama cenderung dilihat secara berat sebelah,dengan mengesampingkan beberapa keunggulan ilmuan muslim jauh sebelum barat berkembang.
Maka tidak mengherankan kalau Abdul Majid dalam bukunya Nuansa Psikologi Islam
(2000),mengatakan bahwa salah satu kesalahan yang fatal para ilmuwan psikologi barat dalam menyingkap esensi dan problematika kehidupan manusia adalah ketika kajian tersebut secara ekstrem berorientasi pada manusia Antrophosentrism. Kekurangan tersebut sekaligus menjadi keunggulan psikologi islam yang sedang digalakkan para ilmuwan psikologi muslim,yang coba membahas esensi dan problematika yang dihadapi manusia dengan menambah pendekatan Theosentrism(kellahiyan).Sejak pertengahan abad 20 telah dimulai penulisan dibidang psikologi oleh psikologi muslim seperti;Al-Malighy misalnya sekitar tahun 1955 telah menulis buku berjudul Talawwuf al-syu’ur  al diny’inda  tifl wa al-murahiq.Buku ini membahas tentang perkembangan rasa agama pada anak-anak dan remaja .iapun menulis buku tentang psikologi dengan judul Al-Numuwu Al-Nafsy,yang diterbitkan tahun 1957.Selain itu juga dijumpai tulisan mengenai psikologi agama karya Afif Abd al-Fatah berjudul Ruh Al-din,Al-islami pada tahun 1965.Mustafa fahmi menyusun karangannya berjudul,As-shihah Al-Nafsiyah tahun 1963.

            Berikut ini akan dikemukakan beberapa ahli yang mempunyai peranan penting dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan psikologi agama :
  1. Edwin Diller Starbuck,Dapat dikatakan bahwa gerakan baru terhadap penelitian ilmiah dalam bidang Ilmu Jiwa Agama dimulai dengan tegas pada tahun 1899  yaitu dengan  keluarnya buku Starbuck  pada tahun 1988 yang berjudul  “The psychology of Religion, an Empirical Study of the Growth  of  Religious  Consciousness”  buku yang mengupas pertumbuhan perasaan agama pada seseorang. Starbuck  merupakan murid  dari William James,  akan  tetapi ilmunya tentang Ilmu  Jiwa  Agama  melampaui  gurunya. Sehingga dapat dikatakan perhatian James timbul dan berkembang karena hasil karya muridnya.
  2. George Albert Coe, Dia  menggunakan  hypotis  dalam  usahanya  untuk  mencari  hubungan antara  reaksi-reaksi  agamis  dengan  watak  (temperamen). Bukunya  terbit  pada  tahun  1900 dengan judul “The Spiritual Live”. Dalam bukunya ia menekankan tentang konversi.
  3.   James H Leuba Ia termasuk orang yang pertama kali meneliti agama dari segi ilmu jiwa. Ia mempunyai pandangan objektif, sehingga ia berusaha keras untuk menjauhkan ilmu jiwa agama dari unsur-unsur kepercayaan. Ia berpendapat bahwa tidak ada gunanya mendefinisikan agama, karena itu hanya merupakan kepandaian orang bersilat lidah. Pendapatnya pernah dimuat di dalam The Monist vol. XI Januari 1901 dengan judul “Introduction to a Psychological Study of Religion”. Kemudian pada tahu 1912 diterbitkannya buku dengan judul “A Psychological Study of Religion”.
  4.  Stanley Hall, Stanley hall juga menggunakan cara-cara yang sama dengan Leuba dalam menerangkan fakta-fakta agamis, yaitu dengan tafsiran materaialistis. Dalam penelitiannya terhadap remaja-remaja pada tahun 1904, ditemukan persesuaian antara pertumbuhan jiwa agama pada tiap individu, dengan pertumbuhan emosi dan kecenderungan terhadap jenis lain. Maka umur dimana jiwa mulai terbuka untuk cinta, maka pada umur itu pulalah timbul perasaan-perasaan agama yang ekstrim. Pendapat-pendapatnya tersebut terdapat dalam bukunya “Adolescence”, vol II ch. XIV dan “Jesus the Christ”, 1917.
  5. George M. Stratton,Pada tahun 1911 terbit buku “Psychology of Religious Life” yang ditulis oleh George M. Stratton. Pendapat yang dikemukakannya cukup menarik perhatian, dimana ia berpendapat bahwa sumber agama adalah konflik jiwa dalam diri individu.
  6. Fluornoy Pada tahun 1901 Fluornoy berusaha mengumpulkan semua penelitian psikologis yang pernah dilakukan terhadap agama, sehingga dapat disimpulkannya cara-cara dan metode yang harus digunakan dalam meneliti fakta-fakta tersebut. Diantara prinsip-prinsip yang harus digunakan tersebut adalah: (a).Menjauhkan penelitian dari Transcendance, (b).Prinsip mempelajari perkembangan, (c).Prinsip perbandingan, (d).Prinsip dinamika
  7. James B. Pratt,James B Pratt menerbitkan bukunya “The Religious Consciousness” pada tahun 1920. Walaupun sebenarnya ia adalah guru besar dalam ilmu filsafat.
  8. Rudolf Otto,Di Jerman terbit pula buku “Das Heilige” oleh Rudolf Otto yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris tahun 1923. Yang terpenting dalam buku itu adalah pengalaman-pengalaman psikologis dari pengertian kesucian, yang diambilnya sebagai pokok dalam hal ini adalah sembahyang. Buku yang cukup menarik untuk zamannya.
  9.  Emile Durkheim Seorang sosiolog Perancis yang juga menulis buku dengan judul “The Elementary Form of the Religious Life”. Buku tersebut mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan psikologi agama
  10. Pierre Bovet,pada tahun 1918 beliau menerbitkan buku LE SENTIMENT RELIGEUX LA PSYCHOLOGIE DE LENFANT. buku tersebut membahas tentang perkembangan jiwa keberagamaan
  11. Robert H. ThoulessPada tahun 1923 beliau menerbitkan sebuah buku dengan judul An Introduction to the Psychology of Religion dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Pengantar Psikologi Agama. la menegaskan bahwa agama dapat dipelajari dari segi psikologis dan penelitian ilmiah terhadap keberagamaan individu tidak akan menghilangkan keyakinan beragama individu tersebut.
  12. Sigmund Freud Beliau di kenal orang sebagai bapak psikoanalisis yang lebih mengarahkan pandangannya terhadap aspek sosial dari agama. Misalnya, ia menganalisis upacara keagamaan yang dilakukan oleh pemeluk kepercayaan primitif dengan istilah totem dan taboo

B.  METODE PENELITIAN PSIKOLOGI AGAMA
         Metode penelitian dalam psikologi agama sama seperti yang dimiliki oleh kajian ilmu lainnya.Kajian dilakukan dengan mempelajari fakta-fakta berdasarkan data yang terkumpul dan dianalisis secara objektif.Hanya saja karena agama berkaitan dengan kehidupan batin yang sangat mendalam,maka masalah agama sulit untuk diteliti secara seksama,terlepas dari pengaruh subjektifitas.Namun demikian,bukan berarti ia tidak dapat diteliti secara objektif,karena pada dasarnya jiwa keagamaan yang muncul dalam bentuk perilaku akan mudah untuk dikajian secara ilmiah dengan pendekatan psikologi.Dan satu hal yang penting bagi seorang peneliti kajian agama adalah untuk selalu bersifat netral,tidak memihak pada satu keyakinan walaupun ia bertentangan dengan apa yang seharusnya diyakini.Sikap ini akan menjadikan seorang peneliti yang bersifat objektif.

    Kajian dalam psikologi agama menggunakan sejumlah metode penelitian antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut:
1.    Dokumen Pribadi (Personal Document)
    Metode ini digunakan untuk mengkaji tentang bagaimana pengalaman beragama dan kehidupan batin seseorang yang berkaitan dengan agama.Untuk memperoleh informasi mengenai hal tersebut maka cara yang ditempuh adalah mengumpulkan dokumen pribadi seseorang.Dokumen tersebut mungkin berupa autobiografi,biografi,tulisan ataupun catatan-catatan yang dibuatnya.
   Didasarkan atas pertimbangan bahwa agama merupakan pengalaman batin yang bersifat individual dikala seseorang merasakan sesuatu yang ghaib,maka dokumen pribadi dinilai dapat memberikan informasi yang lengkap.Selain catatan atau tulisan,juga digunakan daftar pertanyaan kepada orang-orang yang akan diteliti.Jawaban yang diberikan secara bebas memberi kemungkinan bagi responden untuk menyampaikan kesan-kesan batin yang berhubungan dengan agama yang diyakininya.ungkapan seperti itu banyak membantu penelitian yang sedang dilakukan oleh peneliti.
     William james dalam bukunya The Varieties of religius experience, tampaknya menggunakan metode ini .Walau penelitiannya terbatas pada ahli-ahli agama,dan tidak melibatkan orang biasa,namun hasil penelitian itu sendiri cukup bermanfaaat.Dalam buku tersebut james mengemukakan sejumlah kasus p5ribadi tentang pengalaman agama yang dirasakan masing-masing individu.
     Dalam penerapannya metode dokumen pribadi ini dilakukan dengan berbagai cara atau teknik-teknik tertentu.Diantara yang banyak digunakan adalah:
a.         Teknik Nomothatic,digunakan untuk menarik kesimpulan sejumlah dokumen yang diteliti.
b.  Teknik Analisa-Nilai(value analysis),Teknik ini digunakan dengan dukungan analisa statistik.Bagi yang terkumpul diklasifikasikan menurut teknik statistik dianalis untuk dijadikan penilaiaan terhadap individu yang diteliti.Teknik statistik digunakan berdasarkan pertimbangan bahwa ada sejumlah pengalaman keagamaan yang dibahas dengan menggunakan  bantuan ilmu eksakta,terutama dalam mencari hubungan antara variabel.Carlson misalnya menemukan dalam penelitiannya bahwa,terdapat hubungan antara kepercayaaan dan tingkat kepercayaan.didapatnya korelasi antara agama dan kecerdasan(-0,19) yang berarti bahwa anak-anak yang kurang cerdas cenderung berpegang erat kepada kepercayaaan agama,sedangkan pada anak-anak yang cerdas kecenderungan itu lebih kecil.
c.  Teknik Idiography Approach,Teknik ini digunakan sebagai pelengkap dari teknik nomothatic.Hasil penelitian yang didasarkan pada pada teknik ini ada berupa kesimpulan yang diperoleh dari penafsiran yang bebas.
d.    Teknik Penelitian Terhadap Sikap(Evaluation Attitudes Tehnique). Teknik ini digunakan dalam penelitian terhadap biografi tulisan atau dokumen yang ada hubungannya dengan individu yang akan diteliti.Berdasarkan dokumen tersebut,ditarik kesimpulan,bagaimana pendirian seseorang terhadap persoalan-persoalan yang dihadapinya dalam kaitan hubungannya dengan pengalaman dan kesadaran agama.

2.    Kuensioner dan Wawancara

Ilustrasi
         Metode kuensioner maupun wawancara digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi yang lebihbanyak dan menjalani secara langsung kepada responden.Metode ini memiliki kelebihan antara lain :
a)    Menghemat waktu;dapat memperoleh data dengan cepat dan segera.
b)   Hasilnya dapat dijadikan dokumen pribadi tentang seseorang,serta dapat pula dijadikan data nomothatic
     Namun demikian,metode ini juga mempunyai kelemahan-kelemahan ,antara lain:
a.   Jawaban yang diberikan terikat oleh pertanyaan hingga responden tak dapat memberikan jawaban secara lebih bebas dan mendalam.
b. Sulit untuk menyusun pertanyaan yang mengandung tingkat relevansi yang tinggi,karena itu diperlukan keterampilan yang khusus,seperti statisticdan skala psikologi manusia.
c.  Sering tejadi salah penafsiran terhadap pertanyaan yang kurang tepat,dan tidak semua pertanyaan sesuai untuk setiap orang.
d.  Untuk memperoleh jawaban yang tepat,dibutuhkan adanya jalinan kerja sama yang baik antara peneliti dan responden.

    Dalam penerapannya metode kuesioner dan wawancara dilakukan dalam berbagai bentuk.Diantara cara yabg digunakan adalah:
  1. Poling atau pengumpulan pendapat masyarakat(public Opinion).Teknik ini merupakan gabungan antara kuesioner dan wawancara.Cara mendapatkan data adalah melalui pengumpulan pendapat khalayak ramai.Data tersebut selanjutnya dikelompokkan sesuai dengan klasifikasi yang sudah dibuat berdasarkan kepentingan penelitian.
  2. Skala Penilaiaan(Rating Scale).Teknik ini digunakan untuk memporoleh data tentang faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan khas dalam diri seseorang berdasarkan pengaruh tempat dan kelompok.Dengan adanya penyebab yang khas ini peneliti dapat memahami latar belakang timbulnya perbedaan antara penganut suatu keyakinan agama.Misalnya sikap liberal lebih banyak dijumpai dikalangan penganut protestant dan sikap konservatif lebih banyak dijumpai dikalangan penganut agama katholik,dan sebagainya.
  3. Tes(test). Tes digunakan dalam upaya untuk mempelajari tingkah laku keagamaan seseorang dalam kondisi tertentu.Untuk memperoleh gambaran yang dingini,biasanya diperlukan bentuk tes yang sudah disusun secara sistematis.
  4. Eksperimen.Teknik eksperimen digunakan untuk mempelajari sikap dan tingkah laku keagamaan seseorang melalui perlakuan khusus yang sengaja dibuat.
  5. Observasi melalui pendekatan sosiologi dan anthropologi(sociological and anthropological observation).penelitian d bidang psikologi agama dilakukan dengan menggunakan data sosiologi,dengan mempelaajari sifat-sifat manusiawi orang perorang atau kelompok.Selain itu juga menjadikan unsur-unsur budaya yang bersifat materi(benda budaya)dan yang bersifat spiritual(mantra,ritus) yang dinilai ada hubungannya dengan agama.
  6. Studi psikologi agama berdasarkan pendekatan antropologhi budaya.metode ini digunakan dengan membandingkan antara tindakan keagamaan (upacara,ritus)dengan menggunakan pendekatan pskologi.Melalui pengukuran statstik kemudian dibuat tolak ukur berdasarkan pendekatan psikologi yang dihubungkan dengan kebudayaan .
  7. Pendekatan terhadap perkembangan(Development approach) gteknik ini digunakan untuk meneliti mengenai asal usul da perkembangan aspek psikologi manusia dalam hubungannya dengan agama yang dianutnya.Cara yang digunakan antara lainmelalui pengumpulan dokumen,catatan-catatan,riwayat hidup dan data antroplogi.
  8. Metode Klinis dan Proyektivitas (Clinical Method and projectivity teknique).Dalam pelaksanaannya metode ini memanfaatkan cara kerja klinis.Penyembuhan dilakukan dengan cara menyelaraskan hubungan,antara jiwa ddengan agama.Usaha kesembuhan dititikberatkan pada kepentingan manusia(penderita),dan untuk kepentingan penelitian digunakan teknik proyektivitas melalui riset dan pengumulan data tertulis mengenai penderita,sebagai bahan diagnosa,pengumpilan data dilakukan melalui wawancara,pengamatan terhadap penderita.
  9. Apersepsi Nomotatik(Nomothatic apperception).Caranya dengan menggunakan gambar-gambar yang samar.Melalui gambar-gambar yang diberikan diharapkan mereka yang diteliti dapat mengenal dirinya.selain dari gambar,khusus untuk anak-anak biasanya diberikan boneka untuk membantu ia mengenal orang lain atau anggota keluarganya.Pemberian gambar atau boneka diharapkan akan membantu orang coba membentuk ide baru yang dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi penelitian.
  10. Studi kasus(case study). Studi kasus dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen,catatan,hasil wawancara atau lainnya untuk kasus-kasus tertentu.Metode ini dapat digunakan sebagai bahan penyembuhan,menanamkan pengetahuan,menggambarkan masalah yang ada hubungannya dengan psikologi,hingga dapat menghasilkan kesimpulan dan penggolongan mengenai kasus-kasus tertentu.
  11. Survei,biasanya digunakan dalam penelitian sosial.metode ini dapat digunakan untuk tujuan penggolongan manusia dalam hubungannya dengan pembentukan organisasi keagamaan dalam masyarakat.karena survei ini dilakukan dengan menggunakan berbagai metode penelitian.
  Metode kusioner dan wawancara dengan berbagai tekniknya seperti dikemukakan diatas,dalam kaitannya dengan penelitian psikologi agama digunakan untuk tujuan-tujuan sebagai berikut:        
  a.    Untuk mengetahu latar belakang keyakinan agama.
  b.      Untuk mengetahui bentuk hubungan manusia dengan tuhannya.
  c.      Untuk mengetahui dampak perubahan yang terjadi setiap saat.
  d.   Untuk kepentingan pembahasan mengenai hubungan antara penyakit mental dengan    keyakinan beragama.
  e.      Untuk kepentingan meneliti dan mempelajari kejiwaan para tokoh agama.
 f.   Untuk diajak bahan guna membentuk kerjasama antara beberapa ahli psikologi agamawan  dengan pakar dibidang  ilmu lainnya .

    Untuk melengkapi sub-bab metode penelitian,berikut ini terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang peneliti agama khususnya peneliti psikologi agama,antara lain:
1.   Dalam penelitiaan harus bersikap netral dan objektif,tidak berat sebelah atau tidak terpengaruhi oleh agama yang dianutnya.
2.   Tidak mencampuradukkan antara fakta dengan angan-angan atau perkiraan khayali yang tidak empiris.
3.    Mengenal dengan baik masalah-masalah psikologi dan metodenya
4.    Memiliki konsep mengenai agama serta mengetahui metode-metodenya.
5.    Menyadari tentang adanya perbedaan antara ilmu dan agama.
6.  Menghindari persoalan seputar keyakinan,dan memberi penilaiaan secara sepihak,adapun secara umum tidak mengapa.

KESIMPULAN

          Dapat  dipahami bahwa psikologi agama sebagai suatu disiplin ilmu yang diteliti dengan metodei lmiah  merupakan ilmu yang masih sangat muda. psikologi agama sebagai disiplin ilmu yang tumbuh pada abad ke-19 kini semakin banyak diminati orang. berbeda dengan disiplin ilmu lainnya,ilmu ini meneliti hubungan manusia dengan kepercayaannya (agama) dari sudut kejiwaan. dalam usianya yang menjelang seabad ini tampaknya tampaknya psikologi agama kian diterima oleh berbagai kalangan masyarakat termasuk para agamawan yang semula menggugat keabsahanya sebagai disiplin ilmu yang otonom. sejalan dengan hal itu,maka kemajuan dan pengembangan psikologi agama di lapangan pendidikan dinilai banyak membantu pemahaman terhadap permasalahan keagamaan dalam kaitannya dengan tugas-tugas pendidikan 
        Begitu juga dalam bidang dakwah,seperti dakwah islam,dimana psikologi agama sangat membantu tokoh agama ataupun lama dalam menyampaikan ajaran agama. selain itu ,sesuai dengan bidang cakupannya,ternyata psikologi agama termasuk ilmu terapan (applied science) yang banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. pendekatan psikologi agama dapat digunakan dalam memecahkan berbaga problema kehidupan yang dihadapi manusia sebagai makhluk yang memiliki nilai-nilai peradaban dan nilai moral,khususnya dalam bidang dakwah islam dan pendidikan
      
DAFTAR PUSTAKA
 Ancok, Djamaludin Dkk,Psikologi islami,Yogyakarta: Pustaka Pelajar,Cetakan Li,1995
Arifin Syamsul Bambang,Psikologi Agama;Bandung ,CV. Pustaka Setia;2008
Darajat Zakiah,Ilmu Jiwa Agama; Jakarta,Bulan Bintang:1970
Jalaluddin ,Psikologi Agama,2002,Jakarta,PT Raja Grafindo Persada:Jakarta;2004
Ramayulis,Psikologi Agama,2002,Jakarta :Kalam Mulia
Sapuri Rafi,Psikologi Islami (tuntunan jiwa manusia modern),Jakarta,Rajawali Pers,2009
Yahya Jaya,Peran Taubat dan Maaf Dalam Kesehatan Mental, Jakarta:Ruhama,Cet.II,1992
Abdul Kadir,Muhammad Mahmud,Biologi Iman,Terj.Rusjdi Malik,Jakarta Padang,AL-Hidayah Akyaz Azhari,Psikologi,Teraja Mizan,Jakarta,2004

          Dalam membuat artikel ini,admin mengalami beberapa hambatan karena terbatasnya sumber-sumber yang bisa dijadikan sebagai rujukan. Kritik dan Saran yang membangun sangat dibutuhkan guna perbaikan artikel ini dan semoga artikel ini bermanfaat bagi semuanya.....Aminnn...!!!

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA...
 SEMOGA BERMANFAAT...
    

        

Komentar

  1. Artikelnya sangat bermanfaat๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih yuni...
      Suah singgah di artikel saya...

      Hapus
  2. Artikelnya sangat bagus saya suka sangat membantu dan menambah ilmu pengetahuan ๐Ÿ˜

    BalasHapus
  3. Tautannya bermanfaat.. Bisa menambah pengetahuan saya.. Lanjutkan miinn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke2..
      Kirah...
      Nnt insyaAllah ada artikel selanjutnya...
      Tunggu ya...

      Hapus
  4. Jaid jiddan... ukhti
    Tingkatkan

    BalasHapus
  5. Artikelnya bagus, bisa mnambah pngetahuan saya
    Terimakasih
    Semoga ada artikel lainnya lg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih udah baca ya kawan....
      Iya...
      Nnt insyaallah ada artikel. Laen lagi...

      Hapus
  6. Sangat bermanfaat terimakasih untuk infonya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya makasih opi sudah singgah di blog ini...

      Hapus
  7. blognya sangat membantu saya...
    bagus.....

    BalasHapus
  8. Artikelnya sangat bagus..
    Dan pas sekali untuk saya sebagai mahasiswa BKI

    BalasHapus
  9. Balasan
    1. Iya adek makasih ya adekku๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

      Hapus
  10. Artikelnya menarik ukhhty
    Dan sangat bermanfaat,syukriya ditingkatkan lagi ya

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Tulisannya bagus dan menambah pengetahuan..

    BalasHapus
  14. Artikelnya cukup bermanfaat.....
    serta dilengkapi dengan penjelasan yang jelas....

    BalasHapus
  15. isinya bagus kak...
    sangat mudah untuk dipahami....
    lanjutkan kak....

    BalasHapus
  16. tulisannya keren....
    dikembangkan lagi ya dek....
    supaya makin kreatif ya dek....

    BalasHapus
  17. Nice Artikel kawan..salam kenal ya....!
    menambah wawasan bagi saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke killa makasih ya udahmau baca
      salam kenal uga..

      Hapus
  18. untuk sejauh ini lumayan bagus kawan,dan perlu di perbanyak lagi pembahasannya.

    BalasHapus
  19. bagus artikelnya ibi nge pane geh nos artikel

    BalasHapus
  20. ibi kahe tos mien lagunoya artikele boh

    BalasHapus
  21. nge belangi artikele dek abang doanen kati depet nilai jeroh boh

    BalasHapus
  22. insyallah berkah kati munamah ilmu

    BalasHapus
  23. Artikelnya bagus kawan.semoga sukses ya

    BalasHapus
  24. Artikelnya bagus kawan.semoga sukses ya

    BalasHapus
  25. Sangat bagus isinya,saya suka dari segi tulisannya dan menarik

    BalasHapus
  26. dapat memberikan pengertian dengan baik, dan dapat menambah pengetahuan....

    BalasHapus
  27. Tulisannya bagus dan sangat menarik, dan perlu di perbanyak lagi pembahasannya, dan sangat bermanfaat bagi saya.

    BalasHapus
  28. sangat the best ya.
    semoga menjadi konselor yang handal

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah begitu zaki,,,
      semoga diijabah oleh ALLAH doanya
      Amin.....

      Hapus
  29. sangat bagus yul dan bermanfaat

    BalasHapus
  30. Assalamu'alaikum, tulisannya udah bgus min, isinya jga bermanfaat (y).
    Cuma sdikit masukan aja supaya penggunaan EYD lebih diperhatikan lgi ya, ketelitiannya lbih ditingkatkan aja dalam menulis.
    Salam sukses min, good articel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke...
      Makasih ya rahma...
      Nnt insyaAllah di perbaiki lagi penulisan EYD nya ya kawan..
      Makasih..๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š☺☺☺

      Hapus
  31. mantap ini artikelnya, bermanfaat sekali,,, lanjut sahabatku.

    BalasHapus
  32. bagus, semangat terus aku tunggu artikel barunya kawan

    BalasHapus
  33. udah bagus, cantik artikelnya semangat belajar lagi ya dan abag doain hari senin ini jadi ujian untuk mata kuliah yang terakhir ya dek

    BalasHapus
  34. artikelnya bagus, sangat membantu dalam penambahan wawasan saya tentang psikologi agama saya tunggu artikel selanjutnya tentang materi psikologi lainya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke2 nnt pasti akan di post kok psikologi agama lainnya...
      Tunggu aja ya

      Hapus
  35. tingkatkan lagi,supaya menjadi penulis yang handal

    BalasHapus
  36. Alhamdulillah bagus dan cukup bermanfaat,sebagai pemula tulisan ini sudah memuaskan,

    BalasHapus
  37. Thanks artikelnya keren bageuuttt..

    BalasHapus
  38. Aku suka banget sama artikel ini. Sangat bermanfaat. Buat yang lain lagi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke....
      Nnt akan di POst yang lain ko...
      Tunggu aja ya๐Ÿ˜Š

      Hapus
  39. bagus lah,ditingkatkan lagi dan semoga mendapat nilai bagus,amin,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin..makasih kak๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

      Hapus
  40. Alhamdullillah,makasih ya belog nya bagus jadi bertambah lah pengetahuan saya dan orang lain dan terus lah berkarya yang bermanpaat kepada orang lain

    BalasHapus
  41. Balasan
    1. iya donk den,kan dari sumber terpercaya ini mah....

      Hapus
  42. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar