SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI AGAMA DAN METODE PENELITIAN
Assalamualaikum.......!
Hai Readers.......
Kali ini admin membuat artikel tentang "SEJARAH DAN METODE PENELITIAN PAIKOLOGI AGAMA", teman-teman pasti belum tahu pasti kan bagaimana sejarah perkembangan psikologi agama dan metode penelitian yang ada di dalamnya? Nah,,,Admin Udah siapin ni pembahasan yang sama,supaya kita semua dapat menambah ilmu pengetahuan kita lebih dalam tentang Psikologi Agama ini....
Selamat Membaca ya.....
Secara pasti belum ada keterangan kapan
dimulainya kajian psikologi agama secara ilmiah.Namun para ilmuwan bahwa kajian
hubungan agama dengan kejiwaaan telah terdapat pembahasan dalam berbagai kitab
suci agama-agama.Untuk menetapkan secara pasti kapan psikologi agama itu mulai
dipelajari memang agak sulit .Baik dalam kitab suci maupun sejaran agama-agama
tidak dijumpai penjelasan mengenai hal itu.Tetapi penjelasan mengenai hubungan
antara kejiwaan dengan agama banyak diungkapkan oleh berbagai kitab
suci.Seperti seorang yang beriman kepada ALLAH SWT,berbuat baik dan banyak
beribadah akan menjadikan jiwanya tenang dan tentram dan akan bahagia dunia dan
akhirat.Begitu juga sebaliknya,orang yang berbuat yang tidak beriman dan berbua
kemaksiatan ia aka gundah dan jiwa seakan sesak dan tidak tenang.
Begitu
juga sejarah agama-agama telah mengugkap tentang berbagai tokoh agama yang
mengalami proses kehidupa yang erat kaitannya dengan arah perubahan keyakianan
agama yang dalam psikologi agama dkenal dengan proses konversi.Konversi agama
seperti yang dialami oleh umar bin khatab,salman al-farisy,Khalid bin
walid,martin Luther dan sidharta gautama,misalnya dapat dijadikan contoh bahwa
kajian psikologi agama secara tidak langsung telah dikaji dalam sejarah agama
dan kitab suci.
Dan yang mula-mula berani mengemukakan hasil
penelitiannya secara ilmiah tentang agama ialah Frazer dan Taylor. Kedua tokoh
ini membentangkan berbagai macam agama primitif dan menemukan persamaan yang
sangat jelas antara berbagai bentuk ibadah pada agama Kristen dan ibadah
agama-agama primitif. Selanjutnya, pendekatan ilmiah terhadap psikologi agama
baru dimulai pada tahun 1881, ketika G. Stanley Hall sebagai salah seorang ahli
psikologi pada masa itu mempelajari peristiwa konversi agama dan remaja
Dalam
literature barat diungkapkan bahwa penelitian secara ilmiah tentang agama
dimulai dari kajian para anthropolog.Hasil penelitian Frazer dan taylor
mengenai agama-agama primitif dicatat sebagai gerakan awal dari kajian
tersebut.Selanjutnya sejumlah penelitian juga dilakukan oleh para sosiolog,dan
juga ahli psikologi seperti stanley Hall.Atau Edwin Diller Starbuck yang
dipandang sebagai peletak dasar bagi penelitian modern di lapangan psikologi
agama.Bukunya yang membahas mengenai pertumbuhan perasaan agama yang berjudul The
Psychology Of Religion,An Empirical Study Of Growth Of
Religions,Counsciousness.Buku yang diterbitkan pada tahun 1899ntersebut
dianggap sebagai buku pertama mengenai psikologi agama oleh kalangan psikologi
agama barat.
Sebenarnya sejumlah buku yang hampir senada dalam
khazanah islam juga telah dihasilkan oleh penulis-penulis timur(islam).Dalam
waktu yang kurun awal Ibn Tufail(1110-1185 M) dan juga Al-Ghazali
(10591111)telah menghasilkan tulisan yang membahas masalah yang hampir
serupa.Seperti hay ibn yadzan karya Ibn Tufail menjelaskan mengenai proses
pertumbuhan dan perasaan agama dari seseorang anak yang dilahirkan
dipulau terpencil,buku ini juga telah menjadi inspirator dalam penulisan buku
Robinson Crusoe tulisan Daniel Defeo(1719).Demikian pula tulisan Al-Ghazali
dalam bukunya At-Munqiz min Al-Dzalal(penyelamat dari kesesatan).tetapi
sayangnya kajian non-Barat belum mendapat perhatian yang seksama sehingga
perkembangan psikologi agama cenderung dilihat secara berat sebelah,dengan
mengesampingkan beberapa keunggulan ilmuan muslim jauh sebelum barat
berkembang.
Maka
tidak mengherankan kalau Abdul Majid dalam bukunya Nuansa Psikologi Islam
(2000),mengatakan bahwa salah satu
kesalahan yang fatal para ilmuwan psikologi barat dalam menyingkap esensi dan
problematika kehidupan manusia adalah ketika kajian tersebut secara ekstrem
berorientasi pada manusia Antrophosentrism. Kekurangan tersebut sekaligus
menjadi keunggulan psikologi islam yang sedang digalakkan para ilmuwan psikologi
muslim,yang coba membahas esensi dan problematika yang dihadapi manusia dengan
menambah pendekatan Theosentrism(kellahiyan).Sejak pertengahan abad 20
telah dimulai penulisan dibidang psikologi oleh psikologi muslim
seperti;Al-Malighy misalnya sekitar tahun 1955 telah menulis buku berjudul
Talawwuf al-syu’ur al diny’inda tifl wa al-murahiq.Buku ini membahas tentang
perkembangan rasa agama pada anak-anak dan remaja .iapun menulis buku tentang
psikologi dengan judul Al-Numuwu Al-Nafsy,yang diterbitkan tahun 1957.Selain
itu juga dijumpai tulisan mengenai psikologi agama karya Afif Abd al-Fatah
berjudul Ruh Al-din,Al-islami pada tahun 1965.Mustafa fahmi menyusun
karangannya berjudul,As-shihah Al-Nafsiyah tahun 1963.
Berikut ini akan dikemukakan beberapa ahli yang mempunyai peranan penting dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan psikologi agama :
Berikut ini akan dikemukakan beberapa ahli yang mempunyai peranan penting dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan psikologi agama :
- Edwin Diller Starbuck,Dapat dikatakan bahwa gerakan baru terhadap penelitian ilmiah dalam bidang Ilmu Jiwa Agama dimulai dengan tegas pada tahun 1899 yaitu dengan keluarnya buku Starbuck pada tahun 1988 yang berjudul “The psychology of Religion, an Empirical Study of the Growth of Religious Consciousness” buku yang mengupas pertumbuhan perasaan agama pada seseorang. Starbuck merupakan murid dari William James, akan tetapi ilmunya tentang Ilmu Jiwa Agama melampaui gurunya. Sehingga dapat dikatakan perhatian James timbul dan berkembang karena hasil karya muridnya.
- George Albert Coe, Dia menggunakan hypotis dalam usahanya untuk mencari hubungan antara reaksi-reaksi agamis dengan watak (temperamen). Bukunya terbit pada tahun 1900 dengan judul “The Spiritual Live”. Dalam bukunya ia menekankan tentang konversi.
- James H Leuba Ia termasuk orang yang pertama kali meneliti agama dari segi ilmu jiwa. Ia mempunyai pandangan objektif, sehingga ia berusaha keras untuk menjauhkan ilmu jiwa agama dari unsur-unsur kepercayaan. Ia berpendapat bahwa tidak ada gunanya mendefinisikan agama, karena itu hanya merupakan kepandaian orang bersilat lidah. Pendapatnya pernah dimuat di dalam The Monist vol. XI Januari 1901 dengan judul “Introduction to a Psychological Study of Religion”. Kemudian pada tahu 1912 diterbitkannya buku dengan judul “A Psychological Study of Religion”.
- Stanley Hall, Stanley hall juga menggunakan cara-cara yang sama dengan Leuba dalam menerangkan fakta-fakta agamis, yaitu dengan tafsiran materaialistis. Dalam penelitiannya terhadap remaja-remaja pada tahun 1904, ditemukan persesuaian antara pertumbuhan jiwa agama pada tiap individu, dengan pertumbuhan emosi dan kecenderungan terhadap jenis lain. Maka umur dimana jiwa mulai terbuka untuk cinta, maka pada umur itu pulalah timbul perasaan-perasaan agama yang ekstrim. Pendapat-pendapatnya tersebut terdapat dalam bukunya “Adolescence”, vol II ch. XIV dan “Jesus the Christ”, 1917.
- George M. Stratton,Pada tahun 1911 terbit buku “Psychology of Religious Life” yang ditulis oleh George M. Stratton. Pendapat yang dikemukakannya cukup menarik perhatian, dimana ia berpendapat bahwa sumber agama adalah konflik jiwa dalam diri individu.
- Fluornoy Pada tahun 1901 Fluornoy berusaha mengumpulkan semua penelitian psikologis yang pernah dilakukan terhadap agama, sehingga dapat disimpulkannya cara-cara dan metode yang harus digunakan dalam meneliti fakta-fakta tersebut. Diantara prinsip-prinsip yang harus digunakan tersebut adalah: (a).Menjauhkan penelitian dari Transcendance, (b).Prinsip mempelajari perkembangan, (c).Prinsip perbandingan, (d).Prinsip dinamika
- James B. Pratt,James B Pratt menerbitkan bukunya “The Religious Consciousness” pada tahun 1920. Walaupun sebenarnya ia adalah guru besar dalam ilmu filsafat.
- Rudolf Otto,Di Jerman terbit pula buku “Das Heilige” oleh Rudolf Otto yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris tahun 1923. Yang terpenting dalam buku itu adalah pengalaman-pengalaman psikologis dari pengertian kesucian, yang diambilnya sebagai pokok dalam hal ini adalah sembahyang. Buku yang cukup menarik untuk zamannya.
- Emile Durkheim Seorang sosiolog Perancis yang juga menulis buku dengan judul “The Elementary Form of the Religious Life”. Buku tersebut mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan psikologi agama
- Pierre Bovet,pada tahun 1918 beliau menerbitkan buku LE SENTIMENT RELIGEUX LA PSYCHOLOGIE DE LENFANT. buku tersebut membahas tentang perkembangan jiwa keberagamaan
- Robert H. ThoulessPada tahun 1923 beliau menerbitkan sebuah buku dengan judul An Introduction to the Psychology of Religion dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Pengantar Psikologi Agama. la menegaskan bahwa agama dapat dipelajari dari segi psikologis dan penelitian ilmiah terhadap keberagamaan individu tidak akan menghilangkan keyakinan beragama individu tersebut.
- Sigmund Freud Beliau di kenal orang sebagai bapak psikoanalisis yang lebih mengarahkan pandangannya terhadap aspek sosial dari agama. Misalnya, ia menganalisis upacara keagamaan yang dilakukan oleh pemeluk kepercayaan primitif dengan istilah totem dan taboo
B.
METODE PENELITIAN PSIKOLOGI AGAMA
Metode penelitian dalam psikologi
agama sama seperti yang dimiliki oleh kajian ilmu lainnya.Kajian dilakukan
dengan mempelajari fakta-fakta berdasarkan data yang terkumpul dan dianalisis
secara objektif.Hanya saja karena agama berkaitan dengan kehidupan batin yang
sangat mendalam,maka masalah agama sulit untuk diteliti secara seksama,terlepas
dari pengaruh subjektifitas.Namun demikian,bukan berarti ia tidak dapat
diteliti secara objektif,karena pada dasarnya jiwa keagamaan yang muncul dalam
bentuk perilaku akan mudah untuk dikajian secara ilmiah dengan pendekatan
psikologi.Dan satu hal yang penting bagi seorang peneliti kajian agama adalah
untuk selalu bersifat netral,tidak memihak pada satu keyakinan walaupun ia
bertentangan dengan apa yang seharusnya diyakini.Sikap ini akan menjadikan
seorang peneliti yang bersifat objektif.
Kajian dalam psikologi agama
menggunakan sejumlah metode penelitian antara lain dapat dikemukakan sebagai
berikut:
1.
Dokumen Pribadi (Personal Document)
Metode ini digunakan untuk mengkaji tentang
bagaimana pengalaman beragama dan kehidupan batin seseorang yang berkaitan
dengan agama.Untuk memperoleh informasi mengenai hal tersebut maka cara yang
ditempuh adalah mengumpulkan dokumen pribadi seseorang.Dokumen tersebut mungkin
berupa autobiografi,biografi,tulisan ataupun catatan-catatan yang dibuatnya.
Didasarkan atas pertimbangan bahwa agama
merupakan pengalaman batin yang bersifat individual dikala seseorang merasakan
sesuatu yang ghaib,maka dokumen pribadi dinilai dapat memberikan informasi yang
lengkap.Selain catatan atau tulisan,juga digunakan daftar pertanyaan kepada
orang-orang yang akan diteliti.Jawaban yang diberikan secara bebas memberi
kemungkinan bagi responden untuk menyampaikan kesan-kesan batin yang
berhubungan dengan agama yang diyakininya.ungkapan seperti itu banyak membantu
penelitian yang sedang dilakukan oleh peneliti.
William james dalam bukunya The
Varieties of religius experience, tampaknya menggunakan metode ini .Walau
penelitiannya terbatas pada ahli-ahli agama,dan tidak melibatkan orang
biasa,namun hasil penelitian itu sendiri cukup bermanfaaat.Dalam buku tersebut
james mengemukakan sejumlah kasus p5ribadi tentang pengalaman agama yang
dirasakan masing-masing individu.
Dalam penerapannya metode dokumen pribadi
ini dilakukan dengan berbagai cara atau teknik-teknik tertentu.Diantara yang
banyak digunakan adalah:
a. Teknik
Nomothatic,digunakan untuk
menarik kesimpulan sejumlah dokumen yang diteliti.
b. Teknik
Analisa-Nilai(value analysis),Teknik
ini digunakan dengan dukungan analisa statistik.Bagi yang terkumpul
diklasifikasikan menurut teknik statistik dianalis untuk dijadikan penilaiaan
terhadap individu yang diteliti.Teknik statistik digunakan berdasarkan
pertimbangan bahwa ada sejumlah pengalaman keagamaan yang dibahas dengan
menggunakan bantuan ilmu
eksakta,terutama dalam mencari hubungan antara variabel.Carlson misalnya
menemukan dalam penelitiannya bahwa,terdapat hubungan antara kepercayaaan dan
tingkat kepercayaan.didapatnya korelasi antara agama dan kecerdasan(-0,19) yang
berarti bahwa anak-anak yang kurang cerdas cenderung berpegang erat kepada
kepercayaaan agama,sedangkan pada anak-anak yang cerdas kecenderungan itu lebih
kecil.
c. Teknik
Idiography Approach,Teknik ini
digunakan sebagai pelengkap dari teknik nomothatic.Hasil penelitian yang
didasarkan pada pada teknik ini ada berupa kesimpulan yang diperoleh dari
penafsiran yang bebas.
d. Teknik
Penelitian Terhadap Sikap(Evaluation Attitudes Tehnique). Teknik ini
digunakan dalam penelitian terhadap biografi tulisan atau dokumen yang ada
hubungannya dengan individu yang akan diteliti.Berdasarkan dokumen
tersebut,ditarik kesimpulan,bagaimana pendirian seseorang terhadap
persoalan-persoalan yang dihadapinya dalam kaitan hubungannya dengan pengalaman
dan kesadaran agama.
2.
Kuensioner
dan Wawancara
![]() |
| Ilustrasi |
a)
Menghemat
waktu;dapat memperoleh data dengan cepat dan segera.
b)
Hasilnya
dapat dijadikan dokumen pribadi tentang seseorang,serta dapat pula dijadikan
data nomothatic
Namun demikian,metode ini juga mempunyai
kelemahan-kelemahan ,antara lain:
a. Jawaban
yang diberikan terikat oleh pertanyaan hingga responden tak dapat memberikan
jawaban secara lebih bebas dan mendalam.
b. Sulit
untuk menyusun pertanyaan yang mengandung tingkat relevansi yang tinggi,karena
itu diperlukan keterampilan yang khusus,seperti statisticdan skala psikologi
manusia.
c. Sering
tejadi salah penafsiran terhadap pertanyaan yang kurang tepat,dan tidak semua
pertanyaan sesuai untuk setiap orang.
d. Untuk
memperoleh jawaban yang tepat,dibutuhkan adanya jalinan kerja sama yang baik
antara peneliti dan responden.
Dalam penerapannya
metode kuesioner dan wawancara dilakukan dalam berbagai bentuk.Diantara cara yabg
digunakan adalah:
- Poling atau pengumpulan pendapat masyarakat(public Opinion).Teknik ini merupakan gabungan antara kuesioner dan wawancara.Cara mendapatkan data adalah melalui pengumpulan pendapat khalayak ramai.Data tersebut selanjutnya dikelompokkan sesuai dengan klasifikasi yang sudah dibuat berdasarkan kepentingan penelitian.
- Skala Penilaiaan(Rating Scale).Teknik ini digunakan untuk memporoleh data tentang faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan khas dalam diri seseorang berdasarkan pengaruh tempat dan kelompok.Dengan adanya penyebab yang khas ini peneliti dapat memahami latar belakang timbulnya perbedaan antara penganut suatu keyakinan agama.Misalnya sikap liberal lebih banyak dijumpai dikalangan penganut protestant dan sikap konservatif lebih banyak dijumpai dikalangan penganut agama katholik,dan sebagainya.
- Tes(test). Tes digunakan dalam upaya untuk mempelajari tingkah laku keagamaan seseorang dalam kondisi tertentu.Untuk memperoleh gambaran yang dingini,biasanya diperlukan bentuk tes yang sudah disusun secara sistematis.
- Eksperimen.Teknik eksperimen digunakan untuk mempelajari sikap dan tingkah laku keagamaan seseorang melalui perlakuan khusus yang sengaja dibuat.
- Observasi melalui pendekatan sosiologi dan anthropologi(sociological and anthropological observation).penelitian d bidang psikologi agama dilakukan dengan menggunakan data sosiologi,dengan mempelaajari sifat-sifat manusiawi orang perorang atau kelompok.Selain itu juga menjadikan unsur-unsur budaya yang bersifat materi(benda budaya)dan yang bersifat spiritual(mantra,ritus) yang dinilai ada hubungannya dengan agama.
- Studi psikologi agama berdasarkan pendekatan antropologhi budaya.metode ini digunakan dengan membandingkan antara tindakan keagamaan (upacara,ritus)dengan menggunakan pendekatan pskologi.Melalui pengukuran statstik kemudian dibuat tolak ukur berdasarkan pendekatan psikologi yang dihubungkan dengan kebudayaan .
- Pendekatan terhadap perkembangan(Development approach) gteknik ini digunakan untuk meneliti mengenai asal usul da perkembangan aspek psikologi manusia dalam hubungannya dengan agama yang dianutnya.Cara yang digunakan antara lainmelalui pengumpulan dokumen,catatan-catatan,riwayat hidup dan data antroplogi.
- Metode Klinis dan Proyektivitas (Clinical Method and projectivity teknique).Dalam pelaksanaannya metode ini memanfaatkan cara kerja klinis.Penyembuhan dilakukan dengan cara menyelaraskan hubungan,antara jiwa ddengan agama.Usaha kesembuhan dititikberatkan pada kepentingan manusia(penderita),dan untuk kepentingan penelitian digunakan teknik proyektivitas melalui riset dan pengumulan data tertulis mengenai penderita,sebagai bahan diagnosa,pengumpilan data dilakukan melalui wawancara,pengamatan terhadap penderita.
- Apersepsi Nomotatik(Nomothatic apperception).Caranya dengan menggunakan gambar-gambar yang samar.Melalui gambar-gambar yang diberikan diharapkan mereka yang diteliti dapat mengenal dirinya.selain dari gambar,khusus untuk anak-anak biasanya diberikan boneka untuk membantu ia mengenal orang lain atau anggota keluarganya.Pemberian gambar atau boneka diharapkan akan membantu orang coba membentuk ide baru yang dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi penelitian.
- Studi kasus(case study). Studi kasus dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen,catatan,hasil wawancara atau lainnya untuk kasus-kasus tertentu.Metode ini dapat digunakan sebagai bahan penyembuhan,menanamkan pengetahuan,menggambarkan masalah yang ada hubungannya dengan psikologi,hingga dapat menghasilkan kesimpulan dan penggolongan mengenai kasus-kasus tertentu.
- Survei,biasanya digunakan dalam penelitian sosial.metode ini dapat digunakan untuk tujuan penggolongan manusia dalam hubungannya dengan pembentukan organisasi keagamaan dalam masyarakat.karena survei ini dilakukan dengan menggunakan berbagai metode penelitian.
Metode kusioner dan wawancara dengan
berbagai tekniknya seperti dikemukakan diatas,dalam kaitannya dengan penelitian
psikologi agama digunakan untuk tujuan-tujuan sebagai berikut:
a. Untuk
mengetahu latar belakang keyakinan agama.
b. Untuk
mengetahui bentuk hubungan manusia dengan tuhannya.
c. Untuk
mengetahui dampak perubahan yang terjadi setiap saat.
d. Untuk
kepentingan pembahasan mengenai hubungan antara penyakit mental dengan keyakinan beragama.
e. Untuk
kepentingan meneliti dan mempelajari kejiwaan para tokoh agama.
f. Untuk diajak bahan guna membentuk kerjasama antara beberapa ahli psikologi agamawan dengan pakar dibidang ilmu lainnya .
Untuk melengkapi sub-bab metode
penelitian,berikut ini terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh
seorang peneliti agama khususnya peneliti psikologi agama,antara lain:
1. Dalam
penelitiaan harus bersikap netral dan objektif,tidak berat sebelah atau tidak
terpengaruhi oleh agama yang dianutnya.
2. Tidak
mencampuradukkan antara fakta dengan angan-angan atau perkiraan khayali yang
tidak empiris.
3. Mengenal
dengan baik masalah-masalah psikologi dan metodenya
4. Memiliki
konsep mengenai agama serta mengetahui metode-metodenya.
5. Menyadari
tentang adanya perbedaan antara ilmu dan agama.
6. Menghindari
persoalan seputar keyakinan,dan memberi penilaiaan secara sepihak,adapun secara
umum tidak mengapa.
KESIMPULAN
Dapat dipahami bahwa psikologi agama sebagai suatu disiplin ilmu yang diteliti dengan metodei lmiah merupakan ilmu yang masih sangat muda. psikologi agama sebagai disiplin ilmu yang tumbuh pada abad ke-19 kini semakin banyak diminati orang. berbeda dengan disiplin ilmu lainnya,ilmu ini meneliti hubungan manusia dengan kepercayaannya (agama) dari sudut kejiwaan. dalam usianya yang menjelang seabad ini tampaknya tampaknya psikologi agama kian diterima oleh berbagai kalangan masyarakat termasuk para agamawan yang semula menggugat keabsahanya sebagai disiplin ilmu yang otonom. sejalan dengan hal itu,maka kemajuan dan pengembangan psikologi agama di lapangan pendidikan dinilai banyak membantu pemahaman terhadap permasalahan keagamaan dalam kaitannya dengan tugas-tugas pendidikan
Begitu juga dalam bidang dakwah,seperti dakwah islam,dimana psikologi agama sangat membantu tokoh agama ataupun lama dalam menyampaikan ajaran agama. selain itu ,sesuai dengan bidang cakupannya,ternyata psikologi agama termasuk ilmu terapan (applied science) yang banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. pendekatan psikologi agama dapat digunakan dalam memecahkan berbaga problema kehidupan yang dihadapi manusia sebagai makhluk yang memiliki nilai-nilai peradaban dan nilai moral,khususnya dalam bidang dakwah islam dan pendidikan
Begitu juga dalam bidang dakwah,seperti dakwah islam,dimana psikologi agama sangat membantu tokoh agama ataupun lama dalam menyampaikan ajaran agama. selain itu ,sesuai dengan bidang cakupannya,ternyata psikologi agama termasuk ilmu terapan (applied science) yang banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. pendekatan psikologi agama dapat digunakan dalam memecahkan berbaga problema kehidupan yang dihadapi manusia sebagai makhluk yang memiliki nilai-nilai peradaban dan nilai moral,khususnya dalam bidang dakwah islam dan pendidikan
DAFTAR PUSTAKA
Ancok, Djamaludin Dkk,Psikologi islami,Yogyakarta: Pustaka Pelajar,Cetakan Li,1995
Arifin Syamsul Bambang,Psikologi Agama;Bandung ,CV. Pustaka Setia;2008
Darajat Zakiah,Ilmu Jiwa Agama; Jakarta,Bulan Bintang:1970
Jalaluddin ,Psikologi Agama,2002,Jakarta,PT Raja Grafindo Persada:Jakarta;2004
Ramayulis,Psikologi Agama,2002,Jakarta :Kalam Mulia
Sapuri Rafi,Psikologi Islami (tuntunan jiwa manusia modern),Jakarta,Rajawali Pers,2009
Yahya Jaya,Peran Taubat dan Maaf Dalam Kesehatan Mental, Jakarta:Ruhama,Cet.II,1992
Abdul Kadir,Muhammad Mahmud,Biologi Iman,Terj.Rusjdi Malik,Jakarta Padang,AL-Hidayah Akyaz Azhari,Psikologi,Teraja Mizan,Jakarta,2004
Arifin Syamsul Bambang,Psikologi Agama;Bandung ,CV. Pustaka Setia;2008
Darajat Zakiah,Ilmu Jiwa Agama; Jakarta,Bulan Bintang:1970
Jalaluddin ,Psikologi Agama,2002,Jakarta,PT Raja Grafindo Persada:Jakarta;2004
Ramayulis,Psikologi Agama,2002,Jakarta :Kalam Mulia
Sapuri Rafi,Psikologi Islami (tuntunan jiwa manusia modern),Jakarta,Rajawali Pers,2009
Yahya Jaya,Peran Taubat dan Maaf Dalam Kesehatan Mental, Jakarta:Ruhama,Cet.II,1992
Abdul Kadir,Muhammad Mahmud,Biologi Iman,Terj.Rusjdi Malik,Jakarta Padang,AL-Hidayah Akyaz Azhari,Psikologi,Teraja Mizan,Jakarta,2004
Dalam membuat artikel ini,admin mengalami beberapa hambatan karena terbatasnya sumber-sumber yang bisa dijadikan sebagai rujukan. Kritik dan Saran yang membangun sangat dibutuhkan guna perbaikan artikel ini dan semoga artikel ini bermanfaat bagi semuanya.....Aminnn...!!!
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA...
SEMOGA BERMANFAAT...




bagus dan bermanfaat
BalasHapusMakasih pit....
HapusArtikelnya sangat bermanfaat๐
BalasHapusMakasih yuni...
HapusSuah singgah di artikel saya...
Artikelnya sangat bagus saya suka sangat membantu dan menambah ilmu pengetahuan ๐
BalasHapusHehehehe....
HapusIya iya mul...
Makasih ya....
Tautannya bermanfaat.. Bisa menambah pengetahuan saya.. Lanjutkan miinn
BalasHapusOke2..
HapusKirah...
Nnt insyaAllah ada artikel selanjutnya...
Tunggu ya...
Oea...
HapusMakasih ya kir
Jaid jiddan... ukhti
BalasHapusTingkatkan
Oke2 ukhty...
HapusThanks ya
Mumtaz awal ya ukhti
BalasHapusOke2 TQ Nurul....
HapusArtikelnya bagus, bisa mnambah pngetahuan saya
BalasHapusTerimakasih
Semoga ada artikel lainnya lg
Makasih udah baca ya kawan....
HapusIya...
Nnt insyaallah ada artikel. Laen lagi...
Sangat bermanfaat terimakasih untuk infonya :-)
BalasHapusIya makasih opi sudah singgah di blog ini...
Hapusblognya sangat membantu saya...
BalasHapusbagus.....
iya makasih ya rahmida...
HapusArtikelnya sangat bagus..
BalasHapusDan pas sekali untuk saya sebagai mahasiswa BKI
Makasih ya kawan
HapusArtikelnya bagus
BalasHapusArtikelnya bagus
BalasHapusArtikelnya bagus
BalasHapusGodd job kak
BalasHapusIya adek makasih ya adekku๐๐๐
HapusGood job kak
BalasHapusGood job kak
BalasHapusArtikelnya menarik ukhhty
BalasHapusDan sangat bermanfaat,syukriya ditingkatkan lagi ya
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTulisannya bagus dan menambah pengetahuan..
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusmakasih resi...
HapusArtikelnya cukup bermanfaat.....
BalasHapusserta dilengkapi dengan penjelasan yang jelas....
betul bermanfaatkan LHIEYYA
Hapusisinya bagus kak...
BalasHapussangat mudah untuk dipahami....
lanjutkan kak....
oke,makasih adk cantik
Hapustulisannya keren....
BalasHapusdikembangkan lagi ya dek....
supaya makin kreatif ya dek....
makasih bg semoga bermanfaat
HapusNice Artikel kawan..salam kenal ya....!
BalasHapusmenambah wawasan bagi saya.
oke killa makasih ya udahmau baca
Hapussalam kenal uga..
untuk sejauh ini lumayan bagus kawan,dan perlu di perbanyak lagi pembahasannya.
BalasHapusoke bebel makasih beuh
Hapusbagus artikelnya ibi nge pane geh nos artikel
BalasHapussip dekk
Hapusibi kahe tos mien lagunoya artikele boh
BalasHapusnge belangi artikele dek abang doanen kati depet nilai jeroh boh
BalasHapusboh bg,berizin ya
Hapusinsyallah berkah kati munamah ilmu
BalasHapusArtikelnya bagus kawan.semoga sukses ya
BalasHapusiya tuti , makasih ya
HapusArtikelnya bagus kawan.semoga sukses ya
BalasHapusSangat bagus isinya,saya suka dari segi tulisannya dan menarik
BalasHapusMakasih yal
HapusOKE ya
Hapusdapat memberikan pengertian dengan baik, dan dapat menambah pengetahuan....
BalasHapusTulisannya bagus dan sangat menarik, dan perlu di perbanyak lagi pembahasannya, dan sangat bermanfaat bagi saya.
BalasHapusoke adik makasih udah baca ya
Hapusdi tunggu artikel berikutnya ya
BalasHapusSangat menarik
BalasHapussangat the best ya.
BalasHapussemoga menjadi konselor yang handal
InsyaAllah begitu zaki,,,
Hapussemoga diijabah oleh ALLAH doanya
Amin.....
sangat bagus yul dan bermanfaat
BalasHapusiya,makasih win
HapusAssalamu'alaikum, tulisannya udah bgus min, isinya jga bermanfaat (y).
BalasHapusCuma sdikit masukan aja supaya penggunaan EYD lebih diperhatikan lgi ya, ketelitiannya lbih ditingkatkan aja dalam menulis.
Salam sukses min, good articel
Oke...
HapusMakasih ya rahma...
Nnt insyaAllah di perbaiki lagi penulisan EYD nya ya kawan..
Makasih..๐๐☺☺☺
mantap ini artikelnya, bermanfaat sekali,,, lanjut sahabatku.
BalasHapussemoga sukses ya,
BalasHapusamin ya ALLAH
Hapusbagus, semangat terus aku tunggu artikel barunya kawan
BalasHapusiya icha,makasih ya dek
Hapusudah bagus, cantik artikelnya semangat belajar lagi ya dan abag doain hari senin ini jadi ujian untuk mata kuliah yang terakhir ya dek
BalasHapusiya bg
Hapusamin..makasih doanya bg
fighting yulia
BalasHapusartikelnya bagus, sangat membantu dalam penambahan wawasan saya tentang psikologi agama saya tunggu artikel selanjutnya tentang materi psikologi lainya
BalasHapusOke2 nnt pasti akan di post kok psikologi agama lainnya...
HapusTunggu aja ya
tingkatkan lagi,supaya menjadi penulis yang handal
BalasHapusAmin...
HapusMakasih ya bg atas doanya
good luck ya yulia ku.
BalasHapusAlhamdulillah bagus dan cukup bermanfaat,sebagai pemula tulisan ini sudah memuaskan,
BalasHapusSyukron...
Hapussemangat ya
BalasHapusiya semangat 45 ni mah..
HapusThanks artikelnya keren bageuuttt..
BalasHapusOke bg...makasih beuh
HapusAku suka banget sama artikel ini. Sangat bermanfaat. Buat yang lain lagi ya
BalasHapusOke....
HapusNnt akan di POst yang lain ko...
Tunggu aja ya๐
bagus lah,ditingkatkan lagi dan semoga mendapat nilai bagus,amin,
BalasHapusAmin..makasih kak๐๐๐
HapusSangat bermanfaat๐
BalasHapusmakasih ghina
HapusAlhamdullillah,makasih ya belog nya bagus jadi bertambah lah pengetahuan saya dan orang lain dan terus lah berkarya yang bermanpaat kepada orang lain
BalasHapusIya...
HapusMaksih ya ๐
Good artikel
BalasHapusOke...
HapusThanks al
Good artikel
BalasHapusLumayan bisa untuk referensi
BalasHapusiya donk den,kan dari sumber terpercaya ini mah....
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusIzin Copas ya kak,
BalasHapusBagus
BalasHapusBagus
BalasHapus