KELOMPOK 2: HANDPHONE SEBAGAI SARANA KONSELING
KELOMPOK 2
HANDPHONE
SEBAGAI SARANA KONSELING
Oleh :
YULIA AGUSTIN
(160402054)
Dosen
Pembimbing :
Reza Muttaqin S.Sos. I.M. Pd
BIMBINGAN DAN
KONSELING ISLAM
FAKULTAS DAKWAH
DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI AR-RANIRY
BANDA ACEH
2017/2018
KATA PENGANTAR
Segala puji
beserta syukur kehadirat Allah SWT serta shalawat dan salam kepada Rasulullah
yang telah memberikan Rahmat dan hidayah-Nya , sehingga makalah sederhana ini
tentang “Handphone Sebagai Sarana Konseling” dapat tersusun.
Kami sangat
berharap semoga makalah sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua serta
menambah pengetahuan kita. Dengan mengingat keterbatasan ilmu yang kami miliki
yang belum sempurna, maka dapat dimengerti bahwasanya dalam makalah ini masih
terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu
kepada dosen pembimbing kami minta masukannya demi kebaikan makalah kami dimasa
yang akan datang. Serta kritikan dan saran dari teman-teman semua juga kami
harapkan demi menambah pengetahuan kami. Akhirnya kami mengucapkan terimakasih
kepada semua yang telah membaca makalah sederhana kami ini.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Masalah.................................................................................................
B. Rumusan
Masalah...........................................................................................................
C. Tujuan
Masalah...............................................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN
A. Peran
Handphone Sebagai Sarana konseling.………………………..............................
B. Fungsi
dan peran TIK dalam Bimbingan dan Konseling………………………….........
C. Keuntungan,Kelemahan,Penerapan
serta Penggunaan TIK dalam BK...........................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...............................................................................................................…...
B. Saran................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Modern ini
kemajuan teknologi sangat berkembang pesat seiring perkembangan zaman,
banyak aktifitas kegiantan yang menggunakan teknologi sebagai pendukung
utama, di antaranya adalah penggunaan metode konseling dengan menggunakan
sarana yang berbasis teknologi. Kemajuan teknologi membawa pengaruh yang
sangat besar terhadap penggunanya,halini dimanfaatkan oleh jasa konseling
dalam menggembangkan konseling itu sendiri, salah satu contohnya dengan
terbentuknya layanan E- Konseling untuk mempermudah kerja konselor
atau pun pakar konseling dalam melakukan tugasnya sebagai pembimbing
masyarakat. Hal ini juga dirasakan oleh klien atau orang yang mempunyai masalah
dan membutuhkan jasa konselor, dengan adanya E- konseling konselor dan klien
dapat melakukan sesi konseling di mana pun dan kapan pun tanpa harus tatap muka
langsung.
B. Rumusan
Masalah
1.Bagaimana
konsep E- konseling?
2 Apa
kelebihan dan kelemahan E- konseling ?
3. Bagaimana
peran E- konseling dalam membantu masyarakat ?
C. Tujuan
Penulisan
- Peran penting dalam mengaplikasikan Telepon dan Handphone Sebagai Sarana Konseling yang Efektif.
- Mengetahui Kelebihan dan Kelemahan E- konseling.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Peran
handphone sebagai sarana konseling
![]() |
| ilustrasi |
1. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi
TIK merupakan
dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi
informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses. Penggunaan sebagai
alat bantu, manipulasi, dan pengolahan informasi. Sedangkan teknologi
komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu
untuk memproses dan mentrasfer data dari prangkat yang satu dan lainnya. Jadi
teknologi informasi dan komunikasi adalah seperangkat alat yang dapat membantu
bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan
pemrosesan informasi.
Teknologi
Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information
technology (IT) adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun
yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan
menyebarkan informasi. TI menyatukan komputerisasi dan komunikasi berkecepatan
tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan
hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon rumah, TV, peralatan
rumah tangga elektronik,dan telepon genggam dan lain sebagainya.
Berdasarkan
pengertian diatas dapat disimpulakan bahwa teknologi informasi dan komunikasi
merupakan alat bantu dalam penyelesaian tugas-tugas yang berhubungan dengan
pemrosesan informasi.
2. Pengertian
bimbingan dan konseling.
Shertzer dan
Stone , mengartikan bimbingan sebagai “a process of helping an individual
to understand himself and his world ” artinya proses pemberian bantuan
kepada individu agar mampu memahami diri dan lingkungannya. Selanjutnya,
bimbingan dapat diartikan sebagai “proses membantu individu untuk mencapai
perkembangan optimal”( Sunaryo, 1998:3).
Selanjutnya
Natawidjaja mengartikan bimbingan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada
individu yang dilakukan secara berkesinambungan, agar individu tersebut dapat
memahami dirinya sehingga dia dapat sanggup mengarahkan dirinya dan dapat
bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah,
keluarga, masyarakat dan kehidupan pada umumnya.
Berdasarkan
pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling merupakan
proses pemberian bantuan kepada klien yang membutuhkan dalam pengentasan
permasalahan yang dihadapi serta mendapatkan solusi dengan pemanfaatan multi
media TIK dalam merancang,mengolah serta mengembangkan program bimbingan dan
konseling maupun mengolah data.
B. Fungsi dan
peranan TIK dalam bimbingan konseling.
Dalam dunia
pendidikan yang semaikin berkembang saat ini kita telah dikenalkan denan banyak
aplikasi-aplikasi media pembelajaran berbasi TIK, mulai dari penggunaan media
internet, aplikasi belajar, power point. Berbicara tentang penggunaan TIK
sebagai media layanan dalam bimbingan dan konseling tidak jauh berbeda dengan
TIK sebagai media pembelajaran pada umumnya yaitu tentang bagaimana seorang
tenaga pendidik dalam memanfaatkan media TIK sebagai fasilitas dalam
pengoptimalan tujuan dan program layanan bimbingan dan konseling.
Teknologi
informasi memiliki beberapa fungsi dan peranan umum dalambimbingan
konseling yaitu:
- Publikasi,Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat luas dan juga sebagai pemberi informasi mengenai BK serta implementasi layanannya.
- Pelayanan dan Bantuan,Bimbingan konseling dilakukan secara tidak langsung dengan bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan layanan yang lebih kreatif dan inovatif, Misalnya penggunaan media power point dan video dalam melakukan bimbingan kelompok sesuai dengan jenis masalah yang ingin diselesaikan.
- Pendidikan,Informasi yang diberikan melalui sarana teknologi informasiI ini mengandung unsur pedidikannya.Misalnya layanan BK berbasis website yang menyajikan beragam tema tentang pengembangan pendidikan karakter. Layanan bimbingan konseling juga dapat dilakukan dengan cara, sbb:
Dalam konseling melalui
telepon tentu ada etika yang mengatur konselor seperti:
- Gunakan bahasa yang sopan sesuai dengan kondisi klienGunakan suara yang lembut, volume yang rendah dan intonasi yang bersahabat
- Dengarkan pembicaraan sampai selesai, jangan menyela kata-kata klien apalagi pada tahap awal pembicaraan
- Mengembangkan perasaan senang dan berfikir positif tentang siapapun yang menelepon
- Catat hal-hal yang perlu diperhatikan lebih
- Memfokuskan pembicaraan guna mengefektifkan penggunaan media komunikasi
- Selalu mengakhiri pembicaraan dengan kesiapan untuk melakukan hubungan komunikasi selanjutnya.
b. Konseling
melalui video phone
Lebih dengan
sebutan video-phone counseling (VPC), merupakan bentuk lain dari
konseling telepon namun dalam penggunaan perangkat teknologi komunikasi
tambahan yang memungkinkan konselor dan klien saling mengenal dan “bertatap
muka” melalui layar monitor (display). Konseling melalui video-phone lebih
memungkinkan terjalinnya interaksi yang lebih baik antara konselor dan konseli,
dan dapat lebih mendekati karakteristik konseling tatap muka.
c. Konseling
melalui internet atau chating
Pelayanan
konseling melalui fasilitas internet sudah dikenal dengan nama e-counseling (email
counseling). Contoh proses konseling via internet antara lain:
1. Email
therapy
Email
counseling merupakan proses terapeutik yang didalamnya terdapat kegiatan
menulis selain ada kegiatan pertemuan secara langsung dengan konselor.
Karena esensi e-counseling terletak pada menulis, respon atau bantuan yang
diberikan konselor bergantung pada informasi yang diberikan. Konseli pun
tidak perlu mengirimkan seluruh cerita mengenai masalah yang dihadapi, cukup
dengan memilih informasi yang dirasakan pada satu situasi yang merupakan
masalah.
Email merupakan
cara paling baru dibandingkan dengan cara-cara yang lain untuk berkomunikasi
secara cepat dan efektif melalui internet. Hal ini tidak bermaksud untuk
menggantikan konseling tatap muka (face to face), tetapi dapat
menjadi salah satu cara dalam membantu konseli untuk memecahkan masalahnya meskipun
dalam keadaan jauh dalam hal tanpa bertemu langsung dengan konselor.
2. Cyber
counseling
Cyber
counseling atau konseling maya merupakan penerapan teknologi ”jalan raya
informasi” dengan memanfaatkan jasa teknologi itu seoptimal mungkin dengan
tetap menjaga karakteristik konseling. Dengan demikian proses layanan bimbingan
dan konseling dapat berlangsung lebih efektif dan efisian sejalan dengan
tuntutan teknologi informasi dan komunikasi. Jalan raya informasi telah
berkembang sedemikian rupa sehingga tidak lagi berupa sesuatu yang asing dan
mahal akan tetapi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Kini jasa
internet dengan segala fitur-fiturnya telah sedemikian memasyarakat dan
dirasakan cukup murah untuk dapat diterapkan. Hal yang harus diwaspadai adalah
terkait dengan keamanan data, dampak-dampak negatif, penyediaan perlengkapan,
dan sebagainya.
3. E-counseling
Istilah
konseling online dapat dimaknai secara sederhana yaitu proses konseling yang
dilakukan dengan alat bantu jaringan sebagai penghubung antara guru BK atau
Konselor dengan konseli.
4. Video
converence
Video adalah
suatu perangkat yang berfungsi sebagai penerima gambar dan suara, sedangkan
converence adalah diskusi antar pengguna teknologi informasi, baik melalui teks
maupun perangkat multimedia. Jadi video converence adalah penggunaan komputer
jaringan yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan interaksi berupa gambar
dan suara. Dengan kata lain konferensi atau pertemuan melalui video.
Berdasarkan
uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa Fungsi dan peranan TIK dalam
bimbngan dan konseling sebagai sarana maupun media pengaplikasian program
bimbingan konseling dalam dunia pendidikan. Semua hal ini dilakukan demi
mencapai tujuan dari kegiatan bimbingan dan konseling sekolah. Untuk itu
konselor harus mampu menguasai berbagai kompetensi dalam pemanfaatan TIK untuk
melaksanakan program yang ada serta memanfaatkan TIK sebagai media mengelolah
data dan informasi yang diinginkan.
C. Keuntungan,
kelemahan, penerapan serta penggunaan TIK dalam bimbingan dan Konseling.
Keuntungan TIK
dalam bimbingan dan konseling diantaranya sebagai berikut ini :
- Mempermudah konselor dalam mengembangkan program bimbingan dan konseling.
- Sebagai sarana atau alat untuk melakukan publikasi mengenai bimbingan dan konseling kepada masyarakat/publik.
- Mempermudah konselor dalam pelaksaan layanan konseling kepada klien yang tidak memiliki banyak waktu untuk bertemu dengan konselornya.
- Mempermuda konselor dalam pengelolahan data dan mencari informasi yang dibutuhkan.
Kelemahan TIK
dalam bimbingan dan konseling yaitu :
- Biaya pengoprasionalan yang dibutuhkan sangat besar
- Perlu pemberian pelatihan kepada para konselor agar terampil dalam penggunaan TIK
- Memerlukan keiklasan konselor dalam layanan non formal.
- Pemanfaatan internet untuk tindakan yang negatif.
Penggunaan TIK
dalam bimbingan dan konseling :
Komponen utama
Sistem Teknologi Informasi yaitu:
- Hardware (perangkat keras).
- Software (perangkat lunak).
- Brainware (orang yang membuat, menggunakan dan memelihara sistem).
Berbagai jenis media, produk dan bentuk pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi dalam Bimbingan dan Konseling.
a. Jenis
Media
Pada dasarnya
media Tik sama halnya dengan media yang digunakan dalam pengembangan media
pembelajaran. Adapun jenis-jenis media Tik yang digunakan dalam pelaksanaan
layanan Bimbingan dan Konseling Yaitu:
- Komputer,Perkembangan perangkat komputer saat ini mengalami kemajuan yang sanagat pesat. Hampir setiap bulan muncul genre-genre baru dalam dunia computer.
- Peralatan Audio,Perkembangan peralatan audio saat ini juga mengalami perkembangan yang pesat. Peralatan audio yang digunakan dalam proses bimbingna dan konseling seperti tape recorder. Penggunaan tape recorder ini antara lain adalah untuk mereka sesi konseling dan memutar kembali hasil-hasilyang diperoleh selama sesi konseling. Tape recorder membutuhkan kaset untuk bisa melakukan tindakan perekaman. Kaset memiliki pita magnetik yang berfungsi untuk menyimpan data atau informasi percakapan.
- Peralatan Visual,Alat visual dapat bermacam-macam ragamnya seperti video player dan VCD/DVD player. Pada awalnya, penggunaan peralatan visual adalah dengan menggunakan projektor.Berdasarkan uraian diatas konselor dapat menggunakan media yang ada dalam pengembangan program,pelaksanaan layanan,pengolahan data dan informasi, dan mencapai tujuan dari program bimbingan dan konseling.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Seiring dengan
kemajuan dan perkembangan zaman ,seluruh aspek kehidupan akan menyesuaikan
dengan kemajuan agar tidak ketinggalan dalam mengikuti perkembangan zaman.
Bimbingan dan Konseling sebagai bagian integral dari pelayanan pendidikan juga
tak luput dari sentuhan peningkatan peran TIK.
B. SARAN
Upaya-upaya
semacan ini harus tetap dikembangkan guna meningkatkan kualitas layanan
bimbingan dan konseling terutama dalam ranah pendidikan formal sebagai lahan
utama bimbingan dan konseling.
DAFTAR PUSTAKA
Agung
Primadika, 2015 “. Fenomena Pemanfaatan TI Bagi BK.

Komentar
Posting Komentar